This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Hukum Qolqolah
A.
Pengertian Qolqolah
Menurut bahasa qalqalah artinya “pantulan atau
memantul. Sedangkan menurut istilah dalam ilmu Tajwid qalqalah bermakna
“memantulkan bunyi huruf tertentu baik karena sukun (mati asli), karena waqaf
(dimatikan) atau karena tasydid/syiddah yang disertai waqaf”.
Hukum bacaan qalqalah
terbagi menjadi dua yaitu qalqalah sughra dan qalqalah kubra. Qalqolah yang
matinya asli dan berada di tengah kalimat adalah qalqalah sughra.
Huruf Qalqalah ada 5
yaitu ق, ط, ب, ج , د.
Dalam pembahan tajwid Qalqalah terbagi menjadi dua yaitu:
1.
Qalqalah sughra :
Terjadi apabila ada huruf qalqalah yang berharkat sukun atau mati pada
tengah-tengah kata
2.
Qalqalah kubra : Terjadi
apabila ada huruf qalqalah yang berharkat sukun atau mati pada akhir kalimat
atau karena wakaf.
B. Contoh hukum bacaan qalqalah sughra pada surah
Al baqarah
1.
Ayat ke 3 pada
رَزَقْنٰهُمْ karena ق berharkat sukun di tengah-tengah kata/kalimat
2.
Ayat ke 4 pada
مِنْ قَبْلِكَ karena ب berharkat sukun di tengah-tengah
kata/kalimat
3.
Ayat ke 7 pada
اَبْصَارِهِمْ karena ب berharkat sukun di tengah-tengah kata/kalimat
4.
Ayat ke 17 pada
لَّا يُبْصِرُوْنَ karena ب berharkat sukun di tengah-tengah kata/kalimat
5.
Ayat ke 20 pada
اَبْصَارَهُمْ karena ب berharkat sukun di tengah-tengah kata/kalimat
C. Hukum
Bacaan
Qalqalah
Membaca qalqalah dibedakan menjadi
2 cara, yaitu:
a. Qalqalah yang tetap miring “a” yaitu
huruf ط dan ق
Contoh :
يَطْمَعُ yatma’u dibaca
yat-ta-ma’u
يَقْبَلُ yaqbalu dibaca
yaq-qa-balu
b. Apabila huruf qalqalah terletak ditengah suatu
kalimat atau kata, maka cara membacanya dapat berubah-ubah, menurut harakat
yang sebelum dan sesudahnya. Dalam hal ini terdapat pada huruf ب , ج, dan د dengan
perubahan sebagai berikut:
a)
Miring kepada huruf
“a” yaitu jika huruf sebelum dan sesudahnya berharakat fathah ( َ ) Contoh :
يَبْتَغِ yabtaghi
dibaca yab-ba-taghi
يَجْعَلُ yaj’alu dibaca
yab-ba-‘alu
Dan
jika huruf sebelumna berharakat damah ( ُ)serta
sesudahnya berharakat kasrah ( ِ)
, begitu pula sebaliknya.
Contoh :
مُجْرِمِيْنَ mujrimiin dibaca muj-ja-rimiin
يُبْطِلُ yubthilu dibaca yub-ba-thilu
رِجْسِهِمْ rijsihm dibaca rij-ja-sihim
b)
Miring kepada
“i”
yaitu jika huruf sebelum dan sesudahnya berharakat kasrah.
Contoh :
اِبْلِيْسَ ibliis dibaca ib-bi-liis
إِدْرِيْسَ idriis dibaca id-di-riis
إِجْرِ ijri dibaca ij-ji-ri
c)
Miring kepada huruf
“u” yaitu jika huruf sebelumnya dan sesudahnya berharakat dhamah.
Contoh :
تُبْتُ tubtu dibaca tub-bu-tu
أُدْخُلُوا udkhulu dibaca ud-du-khulu
d)
Miring kepada huruf
“o” yaitu jika huruf sebelumnya berharakat fathah dan huruf sesudahnya dhammah.
Contoh :
يَدْخُلُوْنَ
e)
Miring kepada “e”
yaitu jika huruf sebelumnya berharakat kasrah dan huruf sesudahnya berharakat
fathah.
Contoh :
رِجْسًا
مِدْرَارًا
LATIHAN!!!!!
1. Carilah bacan dalam Al-Qur'an yang mengandung hukum qolqolah sugro dan kubro, masing masing 5 !
Bab 3 Surah Al Qodr
A. Surat Al Qadr
Berikut QS Al Qadr ayat 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
آ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗوَمَ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
مِنْ كُلِّ
اَمْرٍۛ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
B.
Arti Surat Al Qadr
1. Sesungguhnya Kami telah
menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.)
2. Dan tahukah kamu apakah
malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih
baik daripada seribu bulan.
4. Pada malam itu turun para
malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
5. Sejahteralah (malam itu)
sampai terbit fajar.
C.
Isi
Kandungan Surat Al Qadr
Surah al-Qadr
berisi mengenai peristiwa turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadr. Malam
yang disebutkan memiliki banyak kemuliaan dan lebih baik daripada seribu bulan.
Surah ini
terdiri dari lima ayat serta termasuk golongan Makkiyah. Berada pada juz 30,
Surah al Qadr merupakan surah yang ke-97 di dalam Al-Quran. Pada dasarnya, dari
tiga pendapat soal proses diturunkannya Al-Qur'an, semuanya menyepakati bahwa
Al-Qur'an diturunkan pada malam lailatul qadar.
Meskipun
demikian, terjadi perbedaan pendapat antara sekali saja diturunkan atau lebih
dari satu kali. Seperti dikutip dari artikel "Penjelasan Seputar Nuzulul
Qur'an" dalam laman NU Online, beberapa teori tentang proses Nuzulul
Qur'an adalah sebagai berikut.
1. yakni turun dalam bentuk dan jum
lah yang utuh
ke langit dunia. Kemudian turun secara bertahap ke bumi.
2. diturunkan ke langit dunia selama
20 malam
lailatul qadar dalam 20 tahun.
3. turun pertama kali pada saat malam Lailatul
Qadar, kemudian ke bumi secara bertahap dalam waktu yang berbeda-beda. Kata al
Qadr sendiri memiliki arti mulia. Pada malam Lailatur Qadar itu, Allah SWT
memuliakan dengan risalah dan mengangkat Nabi-nya sebagai rasul terakhir.
Seperti dalam penjelasan "Pengertian Malam lailatul Qadar",
dinyatakan bahwa pada malam itu, Allah SWT memberikan kemuliaan dengan
menurunkan Al-Quran.
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN SMP 2020
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN
Hukum nun mati ( ﻥْ) dan tanwin ( -- ً- ---- ٍ- ---- ٌ- - ) itu
ada 5 (lima) yaitu :
1. Idzhar
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi yakni : hamzah, kha,kho’,‘ain,ghain,kha(ﺥ ﻍ ﺡ ﻉ ﻩ ﺀ) maka hukum bacaannya adalah idzhar halqi yang berarti harus dibaca terang dan jelas seperti contoh dibawah ini : نَارٌحَامِيَةٌ ,
2. Idghom bighunnah
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu
huruf ya’, nun, mimi, dan wawu
( ﻱ ﻥ ﻡ ﻭ) maka hukum bacaannya disebut idghom bighunnah
yang berarti harus dibaca dengan dimasukkan atau ditasydidkan
kedalam salah satu huruf yang empat itu dengan suara mendengung. Seperti contoh
dibawah ini :
ﻣِﻦْ ﻧُﻮْﺭٍ, ﻣَﻦْ ﻣَﻨَﻊَ
3. Idghom Bilaghunnah
Apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah satu
huruf lam (ﻝ ) dan ra' (ﺭ) maka hukum bacaannya adalah idghom bila ghunnah yang
membacanya dengan cara memasukkan dengan tanpa mendengung. Seperti contoh
dibawah ini :
ﻣِﻦْ ﺭَﺑِﻬِﻢْ
, ْ ﻣَﻦ ﻟَﻢ
4. Iqlab
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ﺏ)
maka hukum bacaannya adalah iqlab ( ﺇِﻗﻼﺏ ) yang membacanya dengan cara huruf
nun atau tanwin itu dibalik atau ditukar menjadi suara mim (ﻡ ). Seperti contoh
berikut :
ﺳﻤﻴﻊٌ ﺑَﺼِﻴْﺮٌ ,
ﻛِﺮَﺍﻡٍﺑَﺮَﺭَﺓٍ
5. Ikhfa’ Haqiqi
Apabila ada nunu sukun atau tanwin bertemu dengan huruf yang
15 di bawah ini maka hukum bacaannya adalah Ikhfa’ haqiqi yang cara membacanya
adalah samar-samar antara idghom dan idzhar.
Huruf Ikhfa’ yang 15 antara lain :
ﺕ ﺙ ﺝ ﺩ ﺫ ﺯ ﺱ ﺵ ﺹ ﺽ ﻁ ﻅ ﻑ ﻕ ﻙ
Contoh Ikhfa’ :
ﻣﻦْ ِﺟُﻮْﻉٍ
, ﻣِﻨْﻜُﻢ
,ﺃَ ﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ
Macam-macam hukum tajwid
Macam-Macam Hukum Tajwid
Sebelum membaca hukum-hukum tajwid ada baiknya pembaca
mengetahui hukum belajar/mempelajari ilmu tajwid, menurut ulama belajar ilmu
tajwid itu wajib hukumnya dan membaca Al-Qur’an tanpa ilmu tajwid banget
dosanya.
Jadi apabila membaca Al-Qur’an tanpa memakai ilmu tajwid alias
asal saja maka ia mendapatkan dosa. oleh karnanya ketika belajar membaca Al-Qur’an
maka harus juga belajar ilmu tajwidnya.
Arti atau Pengertian dari Tajwid itu sendiri dikutip dari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas: Tajwid (bahasa Arab: تجويد, translit. tajwīd) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan
elok dan indah atau bagus dan membaguskan,[1] tajwid berasal dari
kata jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam
ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari
tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid
adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan
huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur'an maupun bukan.
Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini
adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf) [2], shifatul huruf (cara
pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul
maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal
ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan), dan al-Khat
al-Utsmani.
Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan
sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat Al-Qur'an. Para ulama menyatakan bahwa hukum
bagi mempelajari tajwid itu adalah fardu kifayah tetapi mengamalkan tajwid
ketika membaca Al-Qur'an adalah fardu ain atau wajib kepada lelaki dan
perempuan yang mukalaf atau dewasa.
Dalam Alquran terdapat macam-macam hukum bacaan tajwid yang
harus diperhatikan ketika seseorang membaca ayat suci Alquran. Alasannya supaya
ayat yang dibaca tidak rusak arti sesungguhnya.
1. Hukum bacaan Tanwin atau Nun
mati.
Hukum
bacaan tanwin adalah hukum bacaan nun mati bertemu dengan salah satu huruf yang
sudah dibagi dalam beberapa kategori seperti di bawah ini:
- Izhar Halqi
Izhar
halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah
satu huruf izhar halqi. Izhar secara bahasa artinya jelas dan halqi sendiri
berarti tenggorokan. Cara mengucapkan izhar halqi harus jelas. Adapun
huruf-huruf yang dimaksud yaitu Alif atau Hamzah, Kha','Ain, Ha', Ghain, Ha'.
- Idgham Bighunnah
Idgham
bighunnah adalah hukum bacaan yang melebur dan disertai dengungan atau yang
berarti memasukkan salah satu huruf nun mati atau tanwin ke dalam huruf
sesudahnya dan lafal dari idgham bighunnah tersebut haruslah mendengung jika
bertemu empat huruf yaitu Nun, Mim, Wau, Ya'.
- Idgham Bilaghunnah
Idgham
Bilaghunnah artinya melebur tanpa dengung atau maksudnya memasukkan huruf nun
mati atau tanwin ke dalam huruf sesudahnya tanpa disertai suara yang
mendengung. Hukum bacaan tersebut berlaku jika nun atau tanwin bertemu huruf
Lam dan Ra'. Meskipun demikian hukum ini tidak berlaku apabila nun mati atau
tanwin serta huruf tersebut tidak ada dalam satu kata.
- Iqlab
Iqlab
adalah suatu hukum bacaan Alquran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin
bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf Ba'. Di dalam bacaan ini, bacaan nun
mati atau tanwin tidak lagi dibaca sebagai nun atau tanwin berubah menjadi
bunyi huruf mim.
- Ikhfa Haqiqi
Ikhfa
berarti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau
tanwin bertemu dgn huruf-huruf ikhfa yaitu Ta', Tha', Jim, Dal, Dzal, Zay, Sin,
Syin, Sod, Dhod, Fa', Qof, Kaf. Jika bertemu dengan huruf-huruf tersebut maka
nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca samar atau antara bacaan Izhar dan
bacaan Idgham.
2. Hukum bacaan mim mati.
Hukum
bacaan mim mati adalah hukum yang didasarkan pada pertemuan mim mati dengan
huruf tertentu di antaranya adalah sebagai berikut.
- Ikhfa Syafawi
Ikhfa
syafawi dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan didengungkan.
Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi. Perbedaannya adalah ikhfa syafawi
bukan nun mati yang bertemu dengan huruf ikhfa melainkan huruf mim mati yang
bertemu dengan huruf ba'.
- Idgham Mimi
Idgham
mimi atau idgham mutamasilain ini sangat mudah diingat yakni ketika huruf mim
mati bertemu dengan huruf mim dan cara melafalkan bacaannya tersebut adalah
membaca huruf mim rangkap secara mendengung.
- Izhar Syafawi
Hukum
bacaan ini berlaku apabila huruf mim mati bertemu salah satu huruf hijaiyyah
selain huruf mim dan huruf ba'. Izhar Syafawi harus dilafalkan dengan jelas
pada bibir sambil menutup mulut.
3. Hukum bacaan Idgham.
Selain
Idgham Bigunnah dan Idgham Bilagunnah, ada pula tiga jenis hukum bacaan Idgham
yang lainnya yaitu sebagai berikut.
- Idgham Mutamathilain
Idgham
mutamathilain adalah hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu
dengan huruf yang sama misalnya huruf Dal bertemu dengan huruf Dal.
- Idgham Mutaqaribain
Idgham
Mutaqaribain adalah bertemunya dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama,
seperti huruf Mim bertemu Ba', huruf Kaf bertemu Qaf.
- Idgham Mutajanisain
Idgham
Mutajanisain adalah hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama
tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti huruf Ta' bertemu Tha, Lam bertemu
Ra' serta Dzal dan huruf Zha.
4. Hukum Bacaan Mad.
Hukum
bacaan Mad berarti melanjutkan. Secara istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan
Alquran mengartikan Mad sebagai pemanjangan suara. Ada dua jenis Mad dalam
Alquran yakni Mad Thabi'i atau Mad asli dan Mad Far'i. Sedangkan huruf Mad ada
tiga yakni Alif, Wau, dan Ya'.
Untuk
menjadi bacaan Mad maka huruf-huruf tersebut harus berbaris mati atau yang
disebut dengan istilah saktah. Untuk mengukur panjang pendeknya suatu Mad
adalah menggunakan istilah harakat, seperti dua harakat, tiga harakat, empat
harakat dan seterusnya.
Materi BTQ SMP kelas 8 semester 1
Surah Al-lahab
Materi ini berisi surah Al-lahab, Arti surah Al-lahab,Asbabunnuzul surah Al-lahab, dan juga Isi kandungan surah Al-lahab
A. Surat Al-Lahab
v تَبَّتۡ
يَدَاۤ اَبِىۡ لَهَبٍ
وَّتَبَّؕ
v اَغۡنٰى عَنۡهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَؕ مَاۤ
v لَهَبٍ
ذَاتَ نَارًا سَيَصۡلٰى
v وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِۚ
v
فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ
مِّنۡ مَّسَدٍ
B. Arti Surah Al-Lahab
1.
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan
benar-benar binasa dia!
2.
Tidaklah berguna baginya hartanya dan
apa yang dia usahakan.
3.
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang
bergejolak (neraka).
4.
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa
kayu bakar (penyebar fitnah).
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
C. Asbabunnuzul Surah Al-Lahab
Adapun sebab diturunkannya Surah al-Lahab Al-Lahab Kepada Nabi Muhammad SAW, Ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di bukit Safa. Pada saat itu, Nabi Muhammad saw. mengumpulkan orang-orang Quraisy Mekah di bukit Safa. Kemudian Nabi Muhammad saw. naik ke atas bukit dan bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya padaku?” Orang-orang Quraisy menjawab: “Tentu kami percaya.” Selanjutnya, beliau bersabda: “Aku peringatkan kepada kalian bahwa siksaan Allah yang dahsyat akan datang.” Tiba-tiba Abu Lahab menyanggah dan berkata: “Tabban laka! (Sungguh celaka engkau!) Apakah hanya untuk ini, kami dikumpulkan di sini?” Maka turunlah Surah al-Lahab (111) ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa yang celaka nantinya di akhirat adalah Abu Lahab sendiri dan istrinya yang senantiasa menghalang-halangi dakwah Islam, suka memfitnah, dan mengolokolok Nabi Muhammad saw.
D. isi kandungan dari
Surat Al-Lahab.
1.
Dalam surat ini telah
diberitakan bahwa Abu Lahab benar-benar binasa. Ia mendapat kutukan sebagaimana
yang ada di dalam Surat Al-Lahab. Nama Abu Lahab yang aslinya sebenarnya adalah
Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Tetapi lebih dikenal dengan nama Abu Lahab.
2.
Abu Lahab dan istrinya
sangatlah membenci Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Tidak hanya
membenci saja. Bahkan mereka sering mengganggu dan menyakiti Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa sallam.
3.
Pada Surat Al-Lahab ini
memberitakan bahwa harta yang dimiliki Abu Lahab tidak akan memberi manfaat
kepadanya. Di akhirat tidak akan mampu menolongnya dari siksaan yang pedih api
neraka.
4.
Tidak hanya Abu Lahab saja,
istrinya pun akan menjadi penghuni neraka. Ia pun akan mendapatkan siksaan yang
keras di neraka.
5.
Surat Al-Lahab juga menjadi
bukti tentang kenabian Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam.
Wallahu ‘Alamu
Bimurodih, Wallahu’Alamu Bissowab


















